Karangkamulyan merupakan salah satu cagar budaya yang menarik  karena di dalamnya terdapat cagar alam yang  indah dengan flora dan faunannya yang langka, serta cagar budaya yang dapat menambah Wawasan kita tentang kerajaan Sunda di Jawa Barat diperkirakan Situs ini merupakan peninggalan masa kerajaan Galuh. Kerajaan ini termasuk salah satu kerajaan tertua di tanah pasundan  tepatnya telah ada sebelum adanya kerajaan Majapahit dan Pajajaran,kawasan yang luasnya kurang lebih 25 ha ini menyimpan berbagai benda-benda yang diduga mengandung sejarah tentang kerajaan Galuh yang sebagian besar berbentuk batu. Batu-batu yang ada di dalam Struktur bangunan ini memiliki nama dan kisah, begitu pula beberapa lokasi lain yang terdapat di dalamnya yang berada di luar struktur batu. Masing-masing nama tersebut merupakan pemberian dari masyarakat yang dihubungkan dengan kisah atau cerita tentang kerajaan Galuh. Adapun objek yang paling utama adalah peninggalan sejarah dari kerajaan Galuh sendiri yang terbagi ke dalam 9 situs yaitu :
  1. Pancalikan; 
  2. Sanghiyang bedil;
  3. Panyabungan hayam;
  4. Lamabang peribadataan;
  5. Cikahuripan;
  6. Panyandaan;
  7. Pamangkonan;
  8. Makam Adi Pati Panaekan dan;
  9. Patimuan.
Dari aspek sosial budaya terlihat kental sekali dengan pengaruh local genius hindu dan islam, karena berada dalam masa peralihan  antara zaman hindu budha  dengan masa masuknya pengaruh islam. Dilihat dari salah satu contoh adalah terdapatnya Makam Adi Pati Panaekan yang berbentuk Punden berundak, pengaruh islam terlihat dari bentuk Makam dan posisi makam yang menghadap kiblat. Situs Karangkamulyan sering dihubungkan dengan Ciung Wanara salah seorang putra kerajaan Galuh “Sanghyang permanadikusumah”. Atau nama lainnya adalah manarah, atau dikenal pula dengan gelar resminya sebagai Prabu JayaPrakosa Mandaleswara Salakabuana. Kisah tentang Ciung Wanara memang menarik untuk di telusuri, karena selain menyangkut cerita tentang kerajaan Galuh, juga di bumbui dengan hal luar biasa seperti kesaktian dan keperkasaan yang tidak dimiliki oleh orang biasa.
See also  Situs Gunung Susuru
                                  Sisi lain Karangkamulyan sebagai Objek Wisata Pendidikan   Wisata pendidikan Merupakan suatu program yang menggabungkan unsur kegiatan dengan muatan pendidikan didalamnya. Setiap kali mengunjungi obyek wisata akan disesuaikan dengan ketertarikan objek dan bidang ilmu yang akan dipelajari. Kawasan situs Karangkamulyan juga merupakan objek wisata yang sarat dengan muatan pendidikan di dalamnya, antara lain :
  • Menurut penelitian arkeologis, Situs Karangkamul-yan merupakan peninggalan zaman purbakala, sejarah dan keagamaan. Kekunoannya sebagian besar merupakan kekunoan dari masa pra sejarah. (pusat penelitian Arkeologi Nasional, 1985)
  • Ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan. Tumbuhan kecil seperti perdu jumlahnya mencapai 60  jenis , dan tumbuhan yang besar dan langka seperti pohon beringin, pohon kondang, pohon ceuri , kapolaga, kimaung, rukem, karaminan, burahol , dan lain sebagainya. Selain itu , terdapat pula beratus-ratus rumpun bambu yang turut memadati area yang luasnya kurang lebih 25 ha.
  • Karangkamulyan merupakan hutan kota, yang didalamnya dihuni berbagai macam satwa langka seperti lutung , Ular Sanca , Musang, Babi hutan , berbagai jenis burung, kucing hitam, biawak, trenggiling, serta binatang-binatang kecil lainnya .
  • Menurut hasil penyelidikan tim Arkeologi pada tahun 1997, situs Karangkamulyan merupakan peninggalan Kerajaan Galuh yang pertama bahwasannya ditempat ini pernah ada kehidupan mulai abad ke 9 disimpulkan karena dalam penggalian telah ditemukan keramik dari zaman Dinasti Ming.
Terdapat pohon-pohon besar yang langka dan sudah berusia ratusan tahun seperti pohon kiara , bencoy , kepundung, Dahu, Ranji, Pari, Nyatoh, Pohpohan, Kukun,kihideung, dll. Serta benda-benda cagar budaya seperti : Batu alam berukir, Artepak Menhir (sarana pemujaaan masa megalitik, dll.)