Kampung kuta terletak di Desa Karangpaninggal Kecamatan Tambaksari, berjarak sekitar 45km dari kota Ciamis, terdiri atas 2 Rw dan 4 Rt. Kampung ini berbatasan dengan Dusun Cibodas disebelah utara, Dusun Margamulya di sebelah barat, dan disebelah selatan dan timur dengan sungai Cijolang, yang sekaligus merupakan perbatasan wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kampung Kuta adalah Dusun adat yang masih bertahan di Kabupaten Ciamis. Kampung adat ini dihuni masyarakat yang dilandasi kearifan lokal, dengan memegang budaya Pamali (tabu), untuk menjaga keseimbangan alam dan terpeliharanya tatanan hidup bermasyarakat. Salah satu yang menonjol adalah dalam hal pelestarian hutan, sekaligus mempertahankan kelestarian mata air dan pohon aren untuk sumber kehidupan mereka. Karena penghormatan yang tinggi terhadap hutan, warga kampung Kuta yang hendak masuk ke kawasan hutan tidak pernah menggunakan alas kaki. Tujuannya agar hutan tersebut tidak tercemar dan tetap lestari. Oleh karena itu, kayu-kayu besar masih terlihat kokoh di Leuweung Gede. Selain itu, sumber air masih terjaga dengan baik. Nama kampung Kuta ini mungkin diberikan karena sesuai dengan lokasi kampung Kuta yang berada dilembah yang curam sedalam kurang lebih 75 Meter dan dikelilingi oleh tebing-tebing/perbukitan, dalam bahasa sunda disebut Kuta (artinya pagar tembok). Mengenai asal-muasal kampung Kuta, dalam beberapa dongeng buhun yang tersebar dikalangan masyarakat Sunda sering disebut adanya Nagara burung atau daerah yang tidak jadi/batal menjadi Ibu Kota kerajaan Galuh. Daerah ini dinamai Kuta Pandak. Masyarakat Ciamis dan sekitarnya menganggap Kuta Pandak adalah kampung Kuta di Desa Karangpaningal sekarang. Masyarakat Cisaga menyebutnya dengan nama Kuta Jero. Masyarakat kampung Kuta sampai saat ini masih tetap teguh melestarikan budaya adat leluhurnya (karuhun), amanat leluhurnya yang masih di pertahankan antara lain :
  1. Rumah panggung yang harus beratap rumbia atau ijuk (tidak boleh permanen), terbuat dari bambu dan kayu.
  2. Bentuk rumah persegi dan tidak boleh berbentuk sikon.
  3. Penduduk yang meninggal harus dimakamkan diluar kampung Kuta.
  4. Dilarang ketempat keremat selama hari senin dan jumat.
  5. Tidak boleh berpakaian yang serba hitam
See also  Situ Lengkong Panjalu