Situs Kertabumi lokasinya berada di Dusun Bundar, Desa Kertabumi, Kecamatan Cijeungjing. Letaknya kira-kira 8 km sebelah timur kota Ciamis dan kota Banjar. Tinggalan Arkeologis yang terdapat di kawasana Kertabumi berupa bangunan berundak,gua, dan sumur batu. Untuk mencapai Lokasi bangunan berundak harus melalui celah sempit yang diapit oleh 2 sungai cimuntur dan Cileueur, daerah ini disebut genteng. Selanjutnya sampailah ke lokasi yang disebut Gunung Susuru. Gunung Susuru merupakan daerah paling selatan desa Kertabumi. Di lokasi ini terdapat 3 buah bangunan berundak, yang biasa disebut punden. Punden 1 berada di ujung timurlaut Gunung Susuru. Punden 2 berada di sebelah baratdaya punden 1. Sedangkan punden ke 3 menempati bagian baratdaya Gunung Susuru. Pada teras teratas dari masing-masing bangunan berundak terdapat sebuah batu datar. Teras-teras bangunan berundak ini dibatasi oleh susunan batu. Batu datar pada punden 3 telah pecah menjadi 6 bagian . Pada tebing Gunung Susuru terdapat 5 gua. Dari bentuk fisiknya gua-gua tersebut pada umumnya merupakan artificial caves (gua buatan) yang ditoreh pada tebing Gunung ditepian Sungai Cimuntur dan Cileueur, dengan kemiringan lereng 75o. pada beberapa gua terdapat temuan berupa tembikar, dan fosil gigi manusia serta hewan. Temuan tersebut menunjukan bahwa gua tersebut pernah dihuni oleh manusia pada masalalu. Kawasan Kertabumi juga dikaitkan dengan Legenda dari kerajaan Galuh Kertabumi yang didirikan oleh salah seorang putri raja Galuh Maharaja Prabu Sanghyang Cipta yang berkedudukan di Salawe/cimaragas. Putri yang bernama Tanduran Ageung tersebut Menikah dengan Rangga Permana putra Prabu Geusan Ulun dari Sumedang Larang. Mereka kemudian mendirikan kerajaan Galuh Kertabumi di tepi sungai di daerah Muntur, dengan rajanya bergelar prabu dimuntur. Pusat kerajaannya berada di Gunung Susuru.
See also  Situ Lengkong Panjalu
  Sehubungan dengan legenda yang berkembang , terdapat 2 buah makam kuno yaitu Makam Dewi Tanduran Ageung (Tanduran Sari) dan komplek makam Prabu Dimuntur. Makam Dewi Tanduran Ageung (Tanduran Sari) berada di Dusun Bundar, desa Kertabumi. Oleh masyarakat setempat lokasi tersebut dinamakan Bojong Gandu atau bekas pasar. Sekeliling makam di tanami pohon angsana , yang berfungsi sebagai pembatas areal makam. Makam dibentuk dengan susunan bongkahan batuan beku andesit. Makam berorientasi arah utara-selatan.