Rabu 30 Maret 2022, Bogor, Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Workshop Pengembangan Desa Wisata Dinas di  Desa Wisata Cimandala Batu layang, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor.

Sebanyak 30 orang Kepala Desa dari Kabupaten Ciamis ambil bagian sebagai peserta kegiatan workshop tersebut bersama dengan unsur Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Ciamis dan pejabat fungsional Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis. Workshop dilangsungkan selama dua hari yakni tanggal 30 dan 31 Maret 2022.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Deni Humaedi,  S.IP, MM,  Camat Cisarua, dan Kepala Desa Batu Layang H. Iwan, serta pengelola Desa Wisata Batu Layang.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Budi Kurnia, menyatakan bahwa kerajaan galuh memiliki hubungan kekrabatan yang jelas dengan kerajaan pajajaran yang leluhurnya masih saudara dari galuh. Maka tak heran bila tidak sedikit warga Kabupaten Bogor yang memiliki garis keturunan Ciamis ataupun berasal dari Ciamis, seperti Bapak Camat. Dengan kita berkunjung dan study banding ke Bogor ini semoga mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan antara 2 (dua) kerajaan besar di tanah Pasundan. Kabupaten Ciamis setelah melepas Kabupaten Pangandaran, berfocus pada pengelolaan desa wisata. Dengan mengajak para kepala desa se Kabupaten Ciamis, berkunjung ke Desa Wisata  Batu Layang Kabupaten Bogor ini dimaksudkan untuk sebanyak mungkin mendapatkan pengetahuan, wawasan, motivasi, dan inspirasi dalam mengembangkan serta mengoptimalkan pengembangan Desa Wisata di masing-masing wilayahnya.

Pengelola desa wisata  Deni Amar menuturkan bahwa Desa Wisata di Kabupaten Bogor dari tahun 2008-2012 desa wisata berdiri secara swadaya tanpa bantuan pemerintah, hanya pelatihan-pelatihan bagaimana mengembangkan desa wisata, bagaimana menata tata ruang desa wisata, hanya dikasih wejangan itu tanpa di kasih bantuan permodalan.

See also  Selamat Pemenang Lomba Taman Herbal Bejo 2019-2020

Peran utamanya ada di kepala desa, kalau kepala desanya mengerti, paham akan desa wisata dan mau bergerak untuk mengajak masyarakatnya untuk ikut serta dalam menata, maka tumbuh kembanglah desa wisata tersebut.

Harus bisa menyakinkan kepada masyarakat ini dapat menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Kekinian desa wisata bisa menjadi bagian dari Bumdes. Kolaborasi bumdes dengan desa wisata, dengan pokdarwis. Perbedaan antara desa wisata dengan wisata desa. Desa Wisata adalah kelembagaannnya dan Wisata Desa adalah destinasinya.

Dalam hal pendanaan pembangunan, Kepala Desa Cisarua H. Iwan menyatakan bahwa  Dana Desa dapat dikolaborasikan untuk pembangunan desa wisata. Antara lain untuk pembangunan dan pengelolaan homestay. Saat ini sudah terbentuk sebanyak 48  homestay dan telah berjalan dengan baik.

Deni Humaedi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, menuturkan bahwa  Kabupaten Bogor memiliki 40 Kecamatan dan desa 416, 19 kelurahan. Kabupaten Bogor memiliki tagline sport and tourism. Oleh karena itu seluruh Kepala Dinas di Kabupaten Bogor harus jadi “kepala dinas pariwisata,” harus  menjual wisata, pertanian harus wisata, perikanan harus wisata, jadi semua harus merasa wisata. Situasi Pandemi Covid-19, memang dalam banyak hal menjadikan kita terpuruk, tetapi kita tidak boleh kehilangan spirit tidak boleh kehilangan semangat, pariwisata yang paling terpuruk tetapi pariwisata jugalah yang harus pertama bangkit, sehingga pajak di bidang pariwisata pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan harus mengejar target.

Memandang Desa Wisata adalah melihatnya sebagai potensi pendapatan. Kalau bicara potensi pendapatan berarti ada potensi kesejahteraan. Maka jemputlah kesejahteraan itu dengan menjual pariwisata, bukan hanya menjual barang jadinya tetapi jual juga prosesnya !

Dispar/Cicih Sukaningsih