Kampung Adat Kuta Tambaksari Kabupaten Ciamis dipilih menjadi lokasi Kegiatan Sekolah Lapang Kearifan Lokal yang merupakan program kegiatan dari Direktorat Ketuhanan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemendikbud dan Ristek Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 (tiga) hari yaitu dari tanggal 20 s/d 22 September 2022 dengan mengusung tema Gelar Budaya dan Pemanfaatan Potensi Pemajuan Kebudayaan dalam Rangka Sekolah Lapang Kearifan Lokal. Sekolah Lapang Kearifan Lokal itu sendiri adalah salah satu bentuk pendidikan kontekstual yang mendukung proses pemajuan kebudayaan oleh pemuda pemudi adat. Kegiatan kali ini diselenggarakan dalam rangka mengkurasi  objek pemajuan kebudayaan serta memberikan pemahaman kepada pemuda pemudi serta masyarakat adat untuk dapat menggali potensi dan mengidentifikasi kekayaan budaya serta pengetahuan lokal dan tradisional pengolahan berbagai produk ekonomi yang akan mendukung pemajuan kebudayaan masyarakat adat setempat. Oleh karena itu,  maka digelar Praktek Baik Pengolahan Komoditas Teknologi dan Pengetahuan Tradisional (Pemanfaatan Potensi Objek Pemajuan Kebudayaan Kampung Adat Kuta) pada kegiatan tersebut juga dilakukan pemaparan/ekpose hasil praktek dan dilakukan penilaian dari Penanggap yang berasal dari KADIN, Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, DPKUMKM Kabupaten Ciamis, DPMD Kabupaten Ciamis, Disbudpora Kabupaten Ciamis. Adapun Produk yang ditampilkan berjumlah  8 (delapan) stand yaitu terdiri dari:

  1.  Alat-alat buhun atau kuno dan benda-benda pubakala;
  2. Kerajinan lidi dan produk olahan makanan ringan;
  3. Produk ayaman bambu;
  4. Produk olahan kripik  pisang dan talas;
  5. Produk olahan singkong;
  6. Produk minyak kelapa dan galendo;
  7. Produk olah gula aren, wedang aren;
  8. Produk kopi asli kampung kuta;

Pada kesempatan tersebut Kadis Pariwisata Kabupaten Ciamis, Budi Kurnia,S.Ag.MM dan didampingi jajarannya terdiri dari Sekdin, Kabid Pemasran,Kabid Ekraf, Pejabat Fungsional Adytama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif berkesempatan hadir dan berkeliling mengunjungi berbagai stand yang ada, serta berdialog langsung dengan peserta. “Pada dasarnya kami mengapresiasi kegiatan yang berlangsung yaitu sekolah lapang kearifan lokal para pandu budaya (pemuda pemudi adat)untuk memiliki keterampilan dan mengoptimalkan potensi budaya, ekonomi masyarakat adat setempat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan pemajuan kebudayaan serta merupakan sarana bagi generasi muda adat untuk mendukung proses pemajuan kebudayaan” ujar Budi Kurnia. Sementara itu   Pamong Budya Ahli madya Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarkat Adat, Deden menyampaikan bahwa “potensi kekayaan sumberdaya Kampung Kuta perlu dioptimalkan melalui kegiatan Sekolah Lapang Kearifan Lokal, Sekolah Lapang Kearifan Lokal merupakan suatu sarana untuk transfer knowlegde yaitu memberikan ruang  bagi generasi muda  adat untuk belajar berbagai ragam kekayaan objek pemajuan kebudayaan milik masyarkat adat, sehingga tercipta regenerasi guna mempersiapkan keberlanjutan kepemimpinan adat istiadat, juga tidak sekedar merevitalisasi berbagai budaya yang akan punah, juga berupaya memanfaatkan keberadaan teknologi dan pengetahuan tradisional yang ada sehingga mampu berkontribusi bagi ekonomi masyarakat adat Kuta” pungkasnya. Rangkaian Kegiatan Sekolah Lapang Kearifan tersebut akan ditutup dengan acara puncak yaitu Prosesi Adat Nyuguh Kampung Adat Kuta pada kesokan harinya, yaitu pada tanggal 22 September 2022. (GIN/pemasaran)

See also  KEGIATAN BIMTEK PEMANDU WISATA TERPADU

 

  Suasana praktek dan ekspose pengolahan komoditas pengetahuan dan teknologi tradisional di Kampung Adat Kuta